Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
12 Februari 2019
Penulis : Nanik Wijayanti
Keindahan alam di Jawa Tengah tidak kalah dengan daerah lainnya yang ada di Indonesia. Sebut saja Karanganyar, ada sebuah air terjun yang cukup terkenal yaitu Grojogan Sewu. Namun, ternyata masih ada satu lagi keindahan alam berupa air terjun yag tersembunyi namanya adalah Air Terjun Jumog. Air Terjun Jumog ini merupakan wisata andalan di Kabupaten Karanganyar. Objek wisata ini, berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso atau sekitar 41 km dari kota Solo. Udara sejuk dan hamparan pepohonan rindang mengelilingi tempat wisata ini. Anda harus menuruni 116 anak tangga, selesai menapaki anak tangga, anda tidak langsung menemukan air terjun tersebut. Anda akan menemukan aliran sungai yang airnya sangat jernih yang berasal dari air terjun tersebut. Anda masih berjalan sekitar 100 meter untuk menemukannya di balik tebing.
Air terjun Jumog ini disebut sebagai surge yang tersembunyi di Karanganyar. Nama jumog sendiri dalam bahasa jawa artinya kolam air kecil atau genangan air. Sebelum resmi dibuka untuk umum air terjun ini letaknya berada dibalik bukit yang tertutup semak belukar. Akhirnya, warga dan pemerintah Desa (Pemdes) Berjo bergotong royong membabat semak dan membuka jalan sehingga air terjun ini bisa dilihat umum. Air terjun ini resmi dibuka untuk umum pada tahun 2004.

Tinggi air terjun ini hanya sekitar 30 meter. Debit airnya tidak terlalu besar meski hujan turun. Juga, tidak terlalu sedikit meski musim kemarau datang. Airnya begitu jernih dan segar, suhu airnya pun dingin. Biasanya pengunjung bermain dan merendam kaki di aliran sungai yag meneruskan limpahan air terjun. Di depan air terjun, Badan Umum Milik Desa ( BuMDes ) Berjo yang mengelola tempat wisata ini untuk dibuat jembatan. Pengelola juga juga membuat bangku – bangku dari kayu yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk melepas lelah dan menikmati kawasan wisata ini.
Fasilitas di air terjun Jumog terbilang cukup lengkap. Sudah tersedia arena permainan anak berupa jungkat – jungkit, ayunan, dan bola panjat. Ada juga kolam renang untuk anak, namun tidak banyak wahana air yang tersedia selain ember tumpah. Ada gazebo area untuk istirahat dan rumah makan. Di sekitar kawasan destinasi wisata ini juga ada beberapa rumah warga yang biasa dijadikan home stay. Tariff home stay cukup bervariasi, mulai dari Rp. 50.000,- sampai Rp. 250.000,- per malam. Tiket masuk. Tiket masuk Air Terjun Jumog Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- per orang. Untuk yang membawa kendaraan bisa parkir ditempat yang telah disediakan pengelola. Tarif untuk kendaraan bermotor hanya Rp. 2.000,- , tarif untuk mobil Rp. 5.000,-. Tempat wisata ini dibuka setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 Wib.


Air Terjun Jumog ini mempunyai daya Tarik tersendiri bagi wisatawan local maupun mancanegara. Dengan air yang jernih dari mata air Gunung Lawu berjatuhan dan terbelah menjadi dua dengan didukung keindahan alam yang hijau diantara tebing, udara yang sejuk jauh dari keramaian kota. Dibandingkan dengan air terjun Grojogan Sewu, air terjun Jumog ini hanya menuruni 116 anak tangga sedangkan Grojogan Sewu menuruni ± 996 anak tangga. Wisata Air Terjun Jumog ini sangat di rekomendasi untuk wisatawan yang suka dengan alam.


This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.